DPRD Samarinda Nilai KalaFest 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Produk Lokal

Ar | 09 Mei 2026, 11:09 | 38 kali dibaca
DPRD Samarinda Nilai KalaFest 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Produk Lokal
Viktor Yuan, DPRD Samarinda Komisi II

Bagikan Artikel Ini

• • •

SAMARINDA — Gelaran Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2026 dinilai menjadi bukti besarnya potensi produk lokal dan pelaku UMKM di Kalimantan Timur. Festival yang digelar di kawasan Islamic Center Samarinda itu disebut membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal kekayaan produk daerah berbasis ekonomi kreatif dan industri halal.

 

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, mengatakan kegiatan seperti KalaFest tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga sarana memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat lokal.

 

Menurutnya, banyak produk khas daerah yang sebenarnya memiliki nilai ekonomi tinggi, namun masih membutuhkan ruang promosi dan dukungan pengembangan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

 

“Potensi ekonomi lokal sebenarnya sangat besar. Tinggal bagaimana produk-produk itu diberikan ruang untuk berkembang dan dikenal masyarakat,” ujarnya.

 

Dalam festival tersebut, berbagai produk UMKM lokal dipamerkan, mulai dari makanan halal, produk herbal, kain batik, sarung, hingga olahan berbasis tanaman lokal seperti serai dan gaharu. Produk-produk tersebut dinilai menunjukkan kreativitas masyarakat yang memiliki peluang berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru daerah.

 

Viktor menilai pengembangan industri halal kini tidak lagi sekadar identik dengan kegiatan keagamaan, tetapi telah menjadi bagian dari sektor ekonomi produktif yang mampu mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah.

 

Selain itu, momentum KalaFest dinilai relevan dengan perkembangan pembangunan daerah, terutama di tengah perubahan struktur ekonomi akibat hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).

 

Menurutnya, Kalimantan Timur tidak boleh hanya menjadi penonton dalam arus investasi besar, melainkan juga harus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM dan produk lokal.

 

“Kalau masyarakat kecil ikut tumbuh, maka pembangunan akan lebih merata dan manfaatnya bisa dirasakan luas,” katanya.

 

DPRD juga menilai dukungan terhadap UMKM tidak cukup hanya melalui pameran, tetapi perlu dibarengi pembinaan berkelanjutan, akses pembiayaan, hingga penguatan pemasaran digital agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

 

KalaFest 2026 sendiri menghadirkan berbagai program pengembangan ekonomi syariah dan pemberdayaan UMKM. Kegiatan tersebut disebut berhasil menarik puluhan ribu pengunjung dan melibatkan berbagai pelaku usaha lokal di Kalimantan Timur. (Adv/FA)

Reaksi Anda:

Komentar (0)