SAMARINDA - Pembangunan proyek terowongan di Kota Samarinda kembali menjadi perhatian DPRD. Dewan menilai proyek infrastruktur bernilai besar tersebut harus diawasi secara terbuka dan menyeluruh agar pelaksanaannya benar-benar sesuai perencanaan serta tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan, menegaskan pentingnya transparansi dalam seluruh tahapan pengerjaan proyek, mulai dari progres pembangunan, penggunaan anggaran, hingga aspek teknis di lapangan. Menurutnya, proyek strategis daerah harus dapat dipertanggungjawabkan secara jelas kepada masyarakat.
“Proyek sebesar ini wajib diawasi secara ketat. Transparansi menjadi penting supaya masyarakat tahu sejauh mana progres dan bagaimana penggunaan anggarannya,” ujarnya.
Arif juga mendorong adanya audit dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek terowongan, terutama menyangkut kualitas pekerjaan, keselamatan konstruksi, hingga dampak lingkungan di sekitar kawasan pembangunan.
Menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya dilakukan saat proyek selesai, tetapi sejak proses pengerjaan berlangsung. Hal itu penting agar potensi masalah bisa dideteksi lebih awal dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.
DPRD menilai proyek terowongan memiliki nilai strategis bagi Samarinda karena diharapkan mampu mengurai kemacetan dan memperbaiki konektivitas antarwilayah di dalam kota. Namun, besarnya harapan publik terhadap proyek tersebut harus diimbangi dengan pelaksanaan yang profesional dan akuntabel.
Selain aspek teknis, dewan juga menyoroti dampak sosial yang dirasakan masyarakat sekitar lokasi pembangunan. Keluhan terkait akses jalan, debu proyek, hingga gangguan aktivitas warga disebut perlu menjadi perhatian serius kontraktor maupun pemerintah daerah.
Arif menekankan proyek infrastruktur bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Karena itu, DPRD meminta seluruh pihak yang terlibat lebih terbuka dalam menyampaikan perkembangan proyek kepada publik.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak mengabaikan aspek lingkungan di tengah pesatnya pembangunan kota. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus tetap memperhatikan keseimbangan tata ruang dan dampak jangka panjang terhadap kawasan sekitar.
DPRD Samarinda memastikan pengawasan terhadap proyek terowongan akan terus dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas PUPR maupun pihak kontraktor. Dewan berharap proyek tersebut nantinya benar-benar menjadi solusi transportasi perkotaan tanpa meninggalkan persoalan baru bagi masyarakat. (Adv/FA)