PENAJAM – Tingginya intensitas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membuat perhatian terhadap kondisi kesehatan petugas pemadam kebakaran (Damkar) turut menjadi sorotan. Namun, hingga kini pemeriksaan kesehatan secara khusus bagi petugas yang terlibat langsung di lapangan belum terlaksana secara menyeluruh.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Fernando Simanjuntak, mengatakan kondisi tersebut tidak lepas dari padatnya aktivitas penanganan karhutla yang masih berlangsung.
“Kesibukan kami dalam penanganan ini sampai dengan saat ini kami belum melakukan itu, karena dari satu hari itu ada saja kejadian. Tetap harus mengutamakan kesiagaan itu dalam penanganan,” ujarnya, Senin (21/9/2026).
Menurut Fernando, aspek kesehatan petugas sebenarnya telah mendapat dukungan dari pemerintah melalui fasilitas kesehatan yang tersedia di sejumlah puskesmas. Selain itu, petugas Damkar juga tergabung dalam satuan tugas penanganan karhutla bersama berbagai instansi, termasuk Dinas Kesehatan.
“Pemerintah sudah menyiapkan itu di puskesmas-puskesmas yang ada karena kita juga dalam penanganan ini kan dari tim satuan tugas. Satuan tugas itu dari berbagai instansi yang ada termasuk juga Dinas Kesehatan yang bergabung,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan terhadap petugas tetap masuk dalam rencana. Terlebih, petugas Damkar menjadi salah satu unsur yang berhadapan langsung dengan kondisi kebakaran saat menjalankan tugas di lapangan.
“Memang ada rencana pengecekan kesehatan, terutama kami juga sudah dilengkapi dengan masker. Penanganan itu sudah ada,” jelasnya.
Perlindungan terhadap petugas menjadi penting mengingat penanganan karhutla menuntut kesiapsiagaan secara berkelanjutan. Di sisi lain, kondisi kesehatan personel perlu tetap diperhatikan agar kemampuan petugas dalam menjalankan tugas tidak terganggu di tengah potensi berlanjutnya kejadian karhutla di PPU. (Adv)