BBI Nenang Didorong Jadi UPT, PPU Ingin Produksi Benih Ikan Sendiri

Rq | 02 Oktober 2026, 20:20 | 235 kali dibaca
BBI Nenang Didorong Jadi UPT, PPU Ingin Produksi Benih Ikan Sendiri

Bagikan Artikel Ini

• • •

PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong Balai Benih Ikan (BBI) di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, untuk dikembangkan menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT).

 

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan benih ikan air tawar bagi masyarakat pembudidaya.

 

Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan BBI Nenang diharapkan dapat menjadi pusat penyediaan benih ikan air tawar unggul bagi pembudidaya di daerah.

 

“Balai benih ikan kita yang ada di Nenang itu adalah kepanjangan tangan dari dinas. Harapan kami segera dijadikan unit pelaksana teknis,” ujarnya, Jumat (2/10/2026).

 

Ia menyebut beberapa jenis ikan yang dapat dikembangkan melalui fasilitas tersebut antara lain nila dan lele. Dengan pengelolaan yang lebih kuat, kebutuhan benih masyarakat diharapkan dapat dipenuhi dari produksi daerah sendiri.

 

“Setelah nanti itu jadi, masyarakat tidak lagi dibuat pusing untuk mencari bibit-bibit ikan air tawar yang unggul, salah satunya nila, lele, mungkin ada ikan-ikan lainnya yang bisa kita kembangkan di balai itu,” ujarnya.

 

Keberadaan BBI Nenang sendiri telah menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan perikanan PPU. Dokumen tata ruang daerah menempatkan Kelurahan Nenang sebagai lokasi pengembangan Balai Benih Ikan.

 

Andi mengatakan kebutuhan benih diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya masyarakat yang menjalankan usaha budidaya ikan air tawar.

 

“Setiap hari dan setiap bulan itu para pembudidaya kita semakin bertumbuh dan semakin berkembang. Ini juga menjadi dasar bahwa potensi produksi ikan air tawar ini sangat diminati oleh masyarakat Penajam Paser Utara,” jelasnya.

 

Menurutnya, produksi benih secara mandiri juga penting agar PPU tidak terus bergantung pada pasokan ikan atau benih dari luar daerah.

 

“Jangan sampai nanti kita punya potensi tetapi ikannya masih kita datangkan dari luar. Hal ini yang kita antisipasi, kita juga bisa memproduksi ikan kita,” katanya.

 

Selain memenuhi kebutuhan pembudidaya dan pasar lokal, hasil budidaya ikan masyarakat juga telah terserap oleh sejumlah kolam pemancingan serta warung makan di PPU.

 

Pengembangan BBI Nenang sebelumnya juga telah masuk dalam rencana pembentukan UPTD Balai Induk Benih Ikan oleh Dinas Perikanan PPU.

 

Penguatan kelembagaan BBI yang diharapkan mempercepat pengembangan perikanan budidaya sekaligus membuka peluang sumber pendapatan daerah. (Adv)

Reaksi Anda:

Komentar (0)